Rabu, 04 Mei 2016

PENINGKATAN TECHNOPRENEURSHIP MAHASISWA MELALUI INTERNET MARKETING



Dalam Pelaksanaan Kuliah Tamu yang diadakan pada hari Selasa (03/05/2016) yang dilaksanakan oleh seluruh Mahasiswa SI UMK khususnya semester 4 dan 6 dengan tema “PENINGKATAN TECHNOPRENEURSHIP MAHASISWA MELALUI INTERNET MARKETING”. 
Disini saya akan sedikit mengulas apa yang telah dibahas di kuliah tamu kemarin.


B. Penjelasan Technopreneurship

Dilihat dari asal katanya, Technopreneurship merupakan istilah bentukan dari dua kata, yakni ‘teknologi’ dan ‘enterpreneurship’. Secara umum, kata Teknologi digunakan untuk merujuk pada penerapan praktis ilmu pengetahuan ke dunia industri Sedangkan kata entrepreneurship berasal dari kata entrepreneur yang merujuk pada seseorang atau agen yang menciptakan bisnis/usaha dengan keberanian menanggung resiko. Sebagai contoh adalah bagaimana Steven Wozniak dan Steve Job mengembangkan hobi mereka hingga mereka mampu merakit dan menjual 50 komputer Apple yang pertama, atau juga bagaimana Larry Page dan Sergey Brin mengembangkan karya mereka yang kemudian dikenal sebagai mesin pencari Google

B. Technopreneurship Dalam Pendidikan

Menumbuhkan TECHNOPRENEURSHIP  dalam pendidikan, sebagai contohnya Pendidikan TI Berbasis TECHNOPRENEURSHIP. Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika. Teknologi telematika dikenal sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakan sarana multimedia.  Technopreneurship adalah sebuah inkubator bisnis berbasis teknologi, yang memiliki wawasan untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru.
 
Manfaat bagi mahasiswa dalam proses implementasi Technopreneurship Based Curicullum  adalah sebagai berikut :
1. Memperoleh pencerahan mengenai alternatif profesi sebagai wirausaha selain sebagai ekonom, manajer atau akuntan atau profesi lainnya.
2. Memiliki skill-based yang memadai dalam bidang Teknologi Informasi 
3. Mendapatkan pengetahuan dasar dalam bentuk teori maupun praktek magang dalam mengelola suatu bisnis.  
4. Memperoleh akses untuk membangun networking dunia bisnis. 
 


C. Menumbuhkan Technopreneurship Mahasiswa
 
Dalam peradaban manusia, dari tatanan global hingga tatanan rumah tangga, ekonomi merupakan sektor yang sangat penting dalam menunjang keberlangsungan hidup individu di dalamnya. Oleh karena itu, upaya pengembangan perekonomian, yang bertujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, selalu menjadi fokus dalam perencanaan ke depan setiap unit masyarakat dari struktur hierarki terendah hingga yang tertinggi. Secara konseptual, pengembangan perekonomian selalu berkaitan erat dengan ekonomi makro dan keberlakuan sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara. Akan tetapi, pengembangan perekonomian dalam skala nyata pada umumnya berkisar pada ekonomi mikro: sektor informal, industri kecil-menengah, koperasi, dan usaha distribusi. Sektor-sektor tersebut selalu berkorelasi dengan sebuah karakter individual dan komunitas yang secara langsung diperlukan oleh subjek pengembang usaha tersebut, entrepreneurship.
Di sisi lain, kehidupan masyarakat juga memerlukan sebuah instrumen yang dapat memudahkan setiap aktivitasnya. Rekayasa instrumen-instrumen tersebut, yang juga dipergunakan dalam mengeksplorasi sumber daya kebutuhan manusia, membutuhkan suatu pembaharuan dan fleksibilitas agar mampu mengimbangi perubahan keadaan yang begitu cepat. Oleh karena itu, penerapan sains dan pengetahuan sebagai sebuah teknologi nyata merupakan sebuah keniscayaan yang konsekuensional.

 
D. Sikap seorang Technopreneurship 
  •      Kompetitif
Semangat kompetitif akan membawa usaha yang dipimpinnya terus berkembang dan memicu adrenalin dalam menuangkan ide penyelesaian solusi masalah yang timbul.
  •     Persisten
Semangat akan konsisten dan keyakinan dari prosesbisnis yang dikerjakan.
  •     Inovatif
Kemampuan untuk menciptakan trobosan, baik dalam pelayanan maupun dalam produkyang dihasilkan.
  •    Fokus
Ketrampilan untuk secara penuh terjun dalam setiap aspek yang terkait dalam bisnis yang didalaminya. Tidak mudah terbawa arus stitusional, melainkan terus mencurahkan konsentrasinya untuk memenuhi konsep dasar yang telah dicetuskan.
  •    Visioner
Memiliki pandangan jauh kedepan, terutama terkait dengan life time bisnis yang digelutinya.
  • Interpersonal Skill
Kemamapuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial baik dalam hubungan pengguna bisnis maupun dengan segenap anggota team bisnis proses.
  • Managerial
Kemampuan dasar dalam mengatur pemasaran, produk, dan financial.

       E. Technopreneurship

       Setelah memiliki kompetensi teknologi dan jiwa entrepreneurship, hal terakhir yang perlu dilakukan adalah mengintegrasikannya. Teknologi yang telah dimiliki kita kreasikan dan inovasikan untuk menyokong pengembangan unit usaha. Hal ini dapat dilakukan secara nyata dalam proses produksi (contoh: Microsoft), marketing (contoh: e-Bay), accounting, dan lain sebagainya. Kreativitas dan pemanfaatan teknologi dengan tepat adalah hal utama dalam mengembangkan jiwa technopreneurship