Dalam Pelaksanaan Kuliah Tamu
yang diadakan pada hari Selasa (03/05/2016) yang dilaksanakan oleh seluruh
Mahasiswa SI UMK khususnya semester 4 dan 6 dengan tema “PENINGKATAN
TECHNOPRENEURSHIP MAHASISWA MELALUI INTERNET MARKETING”.
Disini saya akan sedikit mengulas
apa yang telah dibahas di kuliah tamu kemarin.B. Penjelasan Technopreneurship
Dilihat dari asal katanya, Technopreneurship merupakan istilah bentukan dari dua
kata, yakni ‘teknologi’ dan ‘enterpreneurship’. Secara umum, kata Teknologi
digunakan untuk merujuk pada penerapan praktis ilmu pengetahuan ke dunia
industri Sedangkan kata entrepreneurship berasal dari kata entrepreneur yang
merujuk pada seseorang atau agen yang menciptakan bisnis/usaha dengan
keberanian menanggung resiko. Sebagai contoh adalah
bagaimana Steven Wozniak dan Steve Job mengembangkan hobi mereka hingga mereka
mampu merakit dan menjual 50 komputer Apple yang pertama, atau juga bagaimana
Larry Page dan Sergey Brin mengembangkan karya mereka yang kemudian dikenal
sebagai mesin pencari Google
Menumbuhkan
TECHNOPRENEURSHIP dalam pendidikan, sebagai contohnya Pendidikan TI
Berbasis TECHNOPRENEURSHIP. Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika. Teknologi
telematika dikenal sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi
(communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang
diseminasikan mempergunakan sarana multimedia.
Technopreneurship adalah sebuah inkubator bisnis
berbasis teknologi, yang memiliki wawasan untuk menumbuh kembangkan jiwa
kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa akan berperan
sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan
lapangan-lapangan kerja baru.
Manfaat bagi mahasiswa dalam proses implementasi Technopreneurship Based
Curicullum adalah sebagai berikut :
1. Memperoleh
pencerahan mengenai alternatif profesi sebagai wirausaha selain sebagai ekonom,
manajer atau akuntan atau profesi lainnya.
2. Memiliki
skill-based yang memadai dalam bidang Teknologi Informasi
3. Mendapatkan
pengetahuan dasar dalam bentuk teori maupun praktek magang dalam mengelola
suatu bisnis.
4. Memperoleh
akses untuk membangun networking dunia bisnis.
C. Menumbuhkan
Technopreneurship Mahasiswa
Dalam
peradaban manusia, dari tatanan global hingga tatanan rumah tangga, ekonomi
merupakan sektor yang sangat penting dalam menunjang keberlangsungan hidup
individu di dalamnya. Oleh karena itu, upaya pengembangan perekonomian, yang
bertujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, selalu menjadi fokus
dalam perencanaan ke depan setiap unit masyarakat dari struktur hierarki
terendah hingga yang tertinggi. Secara konseptual, pengembangan perekonomian
selalu berkaitan erat dengan ekonomi makro dan keberlakuan sistem ekonomi yang
dianut oleh suatu negara. Akan tetapi, pengembangan perekonomian dalam skala
nyata pada umumnya berkisar pada ekonomi mikro: sektor informal, industri
kecil-menengah, koperasi, dan usaha distribusi. Sektor-sektor tersebut selalu
berkorelasi dengan sebuah karakter individual dan komunitas yang secara
langsung diperlukan oleh subjek pengembang usaha tersebut, entrepreneurship.
Di sisi
lain, kehidupan masyarakat juga memerlukan sebuah instrumen yang dapat
memudahkan setiap aktivitasnya. Rekayasa instrumen-instrumen tersebut, yang
juga dipergunakan dalam mengeksplorasi sumber daya kebutuhan manusia,
membutuhkan suatu pembaharuan dan fleksibilitas agar mampu mengimbangi
perubahan keadaan yang begitu cepat. Oleh karena itu, penerapan sains dan
pengetahuan sebagai sebuah teknologi nyata merupakan sebuah keniscayaan yang
konsekuensional.
D. Sikap seorang Technopreneurship
- Kompetitif
Semangat kompetitif akan
membawa usaha yang dipimpinnya terus berkembang dan memicu adrenalin dalam
menuangkan ide penyelesaian solusi masalah yang timbul.
- Persisten
Semangat akan konsisten dan
keyakinan dari prosesbisnis yang dikerjakan.
- Inovatif
Kemampuan untuk menciptakan
trobosan, baik dalam pelayanan maupun dalam produkyang dihasilkan.
- Fokus
Ketrampilan untuk secara penuh
terjun dalam setiap aspek yang terkait dalam bisnis yang didalaminya. Tidak
mudah terbawa arus stitusional, melainkan terus mencurahkan konsentrasinya
untuk memenuhi konsep dasar yang telah dicetuskan.
- Visioner
Memiliki pandangan jauh
kedepan, terutama terkait dengan life
time bisnis yang digelutinya.
- Interpersonal Skill
Kemamapuan dalam berkomunikasi
dan berinteraksi secara sosial baik dalam hubungan pengguna bisnis maupun
dengan segenap anggota team bisnis
proses.
- Managerial
Kemampuan dasar dalam mengatur pemasaran, produk, dan financial.
E. Technopreneurship
Setelah
memiliki kompetensi teknologi dan jiwa entrepreneurship, hal terakhir yang
perlu dilakukan adalah mengintegrasikannya. Teknologi yang telah dimiliki kita
kreasikan dan inovasikan untuk menyokong pengembangan unit usaha. Hal ini dapat
dilakukan secara nyata dalam proses produksi (contoh: Microsoft), marketing
(contoh: e-Bay), accounting, dan lain sebagainya. Kreativitas dan pemanfaatan
teknologi dengan tepat adalah hal utama dalam mengembangkan jiwa
technopreneurship
Tidak ada komentar:
Posting Komentar